Beranda » jasa geolistrik bandung » Geolistrik Bandung, Andalan Dalam Pencarian Air Inilah Manfaat dan Cara Kerja

Geolistrik Bandung, Andalan Dalam Pencarian Air Inilah Manfaat dan Cara Kerja

T Diposting oleh pada 29 July 2021
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 66 kali

Jika Anda bingung bagaimana cara orang-orang bisa menemukan lokasi penggalian sumber mata air, maka saatnya kami perkenalkan dengan geolistrik. Khususnya bagi Anda yang berdomisili di Jawa Barat atau sekitarnya dan sedang membutuhkan bantuan untuk pencarian sumber air, berikut ulasan tentang Geolistrik Bandung.

Pengertian Geolistrik

Geolistrik adalah suatu metode eksplorasi geofisika aktif dengan tujuan untuk mendeteksi sifat-sifat kelistrikan dari lapisan batuan yang berada di bawah permukaan bumi. Ini disebut sebagai metode geofisika aktif karena arus listrik yang dialirkan berasal dari luar sistem.

Dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah, metode ini memiliki misi untuk mencari nilai resistivitas atau tahanan jenis dari lapisan batuan. Besaran resistivitas atau tahanan jenis ini sendiri merupakan suatu parameter yang berguna untuk menggambarkan tingkat hambatan batuan terhadap aliran arus listrik.

Geolistrik Bandung

Dari hasil pengukuran tersebut, dapat terlihat bahwa semakin sulit lapisan batuan dialiri arus listrik, maka semakin besar pula nilai resistivitasnya. Selain memperoleh nilai resistivitas, metode geolistrik juga bisa menentukan sifat kelistrikan lainnya, termasuk medan induksi dan potensial diri.

Terkesan rumit ya? Tenang saja, jika memakai jasa Geolistrik Bandung semua itu akan diterangkan dengan sederhana dan jelas, sehingga Anda tidak bingung lagi terkait teknisnya.

Manfaat Geolistrik Bandung

Hasil data pengukuran geolistrik dapat kemudian dipetakan menjadi peta sebaran tahanan jenis baik secara mapping, yang berfokus secara horizontal, maupun dengan jenis sounding, yang berfokus pada kedalaman.

Hasil pengukuran geolistrik berupa mapping maupun sounding kembali lagi bergantung pada kebutuhan pelaksanaan pengakusisian data serta jenis metode konfigurasi yang digunakan Geolistrik Bandung.

Hasil data pengukuran resistivitas atau tahanan jenis dengan metode geolistrik ini juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pada berbagai bidang seperti berikut ini.

  • Geologi regional untuk suatu wilayah, berperan dalam pemetaan sedimentasi, stratigrafi, maupun struktur geologinya.
  • Geologi teknik, bertujuan mengetahui struktur geologi, jenis batuan, tebal lapisan lapuk, serta permeabilitas dan porositas batuan, sehingga dapat memperkirakan kedalaman bedrock (batuan dasar) untuk pondasi dari konstruksi bangunan.
  • Pertambangan, berguna untuk mengetahui endapan plaser, stratigrafi, serta persebaran kandungan mineral yang berada di dalam lapisan tanah.
  • Minyak, bermanfaat dalam mengetahui ketebalan lapisan lapuk, jenis batuan, serta struktur lapisan untuk penentuan pemasangan bor.
  • Panas bumi atau geothermal, membantu dalam mengetahui penyebaran, kedalaman, dan daerah dengan resistivitas rendah.
  • Arkeologi, memiliki tujuan untuk mengetahui situs-situs peninggalan bersejarah yang masih terpendam di bawah tanah.
  • Hidrologi, berperan penting dalam mencari akuifer, sumber air dalam tanah, atau pun mengetahui instrusi air laut. Akuifer yang umumnya dicari adalah confined aquifer, yaitu lapisan pembawa air yang diapit batuan kedap air pada bagian atas dan bawahnya sehingga ketersediaan air tanah tidak terpengaruh perubahan cuaca setempat.

Di antara bidang-bidang tersebut, pemanfaatan geolistrik Bandung dalam hidrologi dinilai penting oleh kalangan masyarakat umum. Tidak dapat dipungkiri, air adalah kebutuhan utama bagi kehidupan sehari-hari masyarakat dan pemanfaatan geolistrik pada bidang hidrogeologi dapat menjawab kebutuhan tersebut.

Contoh kasus yang sering terjadi pada pemesan pada geolistrik Bandung adalah pemenuhan kebutuhan air baku untuk pertanian atau pun air minum pada suatu wilayah yang memiliki air permukaan dengan jumlah rendah. Pada kasus tersebut, air tanah dapat menjadi alternatif solusi yang sangat bisa diandalkan.

Pada kenyataannya, letak keberadaan air tanah memang sangat spesifik dan tidak menyebar secara merata. Ini kembali bergantung kepada kondisi geologis bawah tanah, seperti lapisan pembawa air dan lapisan kedap airnya. Untuk menemukan keberadaan sumber air tanah tersebut diperlukan penyelidikan geologis dari tanah itu.

Ada berbagai pilihan cara untuk menduga keberadaan potensi air tanah, misalnya studi peta hidrogeologi atau pun penyelidikan secara langsung di lapangan. Salah satu jenis metode penyelidikan langsung termudah tetapi ternilai cukup efektif untuk melacak potensi air tanah adalah dengan menggunakan jasa survey geolistrik Bandung.

Survey geolistrik Bandung ini yaitu penyelidikan yang dilakukan dengan prinsip geofisika untuk menduga tahanan jenis batuan di bawah permukaan tanah menggunakan alat resistivity meter.

Penyelidikan geolistrik dilakukan sebagai penelitian pendahuluan untuk mandapatkan data terkait struktur geologi dari bawah permukaan tanah. Informasi yang diperoleh dari uji geolistrik air tanah ini kemudian akan sangat membantu dalam proses perencanaan langkah selanjutnya, yaitu pelaksanaan pemboran.

Bagi Anda warga Bandung atau sekitarnya yang membutuhkan bantuan dalam penyelidikan geolistrik untuk pencarian air tanah tidak perlu lagi merasa khawatir. Jasa geolistrik Bandung juga telah tersedia untuk melayani kebutuhan Anda dalam melacak sumber air tanah.

Anda tinggal menghubungi penyedia jasa terpercaya untuk menanyakan soal biaya jasa geolistrik Bandung. Untuk urusan geolistrik, Anda cukup serahkan kepada ahlinya, yaitu penyedia jasa dengan tim profesional berpengalaman. Ikuti artikel ini lebih lanjut untuk mendapatkan rekomendasi jasa geolistrik terpercaya di Bandung.

Cara Kerja Geolistrik

Cara kerja dari metode geolistrik adalah dengan melakukan injeksi arus listrik Direct Current (DC) bertegangan tinggi dari elektroda arus ke dalam lapisan tanah. Aliran listrik DC tersebut akan memunculkan tegangan listrik dalam tanah. Hasil pengukuran geolistrik Bandung kemudian diamati melalui elektroda potensialnya.

Jadi injeksi arus listrik dilakukan dengan menancapkan 2 buah elektroda arus, sebut saja A dan B, ke dalam tanah yang terpisah dengan jarak tertentu. Semakin jauh jarak elektroda A dengan B maka aliran arus listrik yang dihasilkan dapat menembus lapisan tanah lebih dalam.

Aliran arus listrik inilah yang kemudian memunculkan tegangan listrik dalam lapisan tanah. Tegangan listrik yang muncul di permukaan tanah dapat diukur dengan menggunakan multimeter.

Jasa Geolistrik

Multimeter ini terhubung melalui 2 buah elektroda tegangan, yaitu M dan N, yang mana memiliki jarak lebih pendek daripada jarak elektroda A dan B.

Apabila jarak posisi elektroda A dengan B diperbesar, maka tegangan listrik pada elektroda M dengan N ikut berubah menyesuaikan informasi jenis batuan di kedalaman lebih besar yang ikut terinjeksi arus listrik.

Dengan memegang asumsi penggunaan arus listrik DC murni bahwa kedalaman lapisan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini senilai setengah dari jarak AB atau dengan kata lain AB/2, maka dapat diperkirakan pula pengaruh dari injeksi ini memiliki bentuk setengah bola yang berjari-jari AB/2.

Metode yang biasanya sering digunakan adalah konfigurasi geolistrik Bandung di mana terdapat 4 buah elektroda memiliki posisi berjajar dalam garis lurus yang juga simetris terhadap titik tengah.

4 buah elektroda tersebut terdiri dari 2 buah elektroda arus, A dan B, yang terletak di bagian luar serta 2 buah elektroda tegangan, M dan N, yang berada pada daerah dalam.

Menghitung keseluruhan faktor mulai dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya aliran arus listrik, serta tegangan listrik yang muncul akan mendapatkan hasil berupa suatu nilai yang dinamakan tahanan jenis semu atau apparent resistivity.

Diberikan sebutan atau nama tahanan jenis semu sebab tahanan jenis yang terhitung tadi merupakan hasil perhitungan dari penggabungan banyak lapisan batuan yang dilalui arus listrik dalam tanah.

Perkiraan distribusi dari resistivitas baik horizontal atau lateral dari perolehan data sekunder memungkinkan untuk dilakukannya pengukuran geolistrik dengan teknik sounding atau pun profiling.

Geolistrik sounding atau dikenal pula dengan istilah Vertical Electrical Sounding adalah salah satu teknik geolistrik 1D atau satu dimensi yang mengamati perubahan variasi nilai resistivitas terhadap kedalaman di satu titik.

Sementara perubahan variasi nilai resistivitas secara lateral dapat diamati dengan lebih akurat dengan memanfaatkan teknik geolistrik profiling atau geolistrik 2D (dua dimensi).

Sekumpulan hasil pengukuran dan perhitungan tahanan jenis semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang yang berhasil didapatkan kemudian digambarkan pada suatu grafik berlogaritma ganda dengan menempatkan nilai jarak AB/2 sebagai sumbu X dan harga tahanan jenis semu menjadi sumbu Y.

Grafik yang dihasilkan akan membentuk suatu kurva data geolistrik Bandung. Dengan adanya kurva data geolistrik ini, kemudian dapat dilakukan perhitungan dan pendugaan lebih lanjut tentang sifat lapisan batuan yang berada di bawah tanah.

Metode Pengukuran Geolistrik Bandung

Metode pengukuran geolistrik ini terdiri dari beberapa jenis konfigurasi pilihan. Setiap jenis konfigurasi geolistrik tersedia mempunyai metode perhitungan yang berbeda-beda dalam mengetahui ketebalan atau pun tahanan jenis dari batuan di bawah tanah.

Pembagian jenis metode pengukuran geolistrik Bandung ini sendiri berhubungan erat dengan bentuk atau geometri susunan elektroda arus dan potensial yang digunakan. Sejumlah konfigurasi elektroda yang pada umumnya digunakan adalah Wenner, Schlumberger, dan Dipole Dipole.

1. Metode Wenner

Pengukuran dengan metode Wenner ini dilakukan dengan memosisikan elektroda-elektroda memiliki jarak yang sama antar satu sama lain. Elektroda yang bersebelahan akan mempunyai jarak yang sama atau dengan kata lain jarak AM = MN = NB = a.

Konfigurasi memiliki keunggulan yaitu ketelitian pembacaan tegangan pada elektroda MN yang lebih tinggi karena jarak elektroda potensial MN relatif dekat dengan elektroda arus AB. Pada metode Wenner ini, bisa digunakan alat pengukur multimeter yang memiliki nilai impedansi relatif kecil.

Nilai eksentrisitas dari konfigurasi Wenner ini tidak terlalu besar yaitu bernilai sebesar 1/3. Konfigurasi ini dikatakan pula sebagai salah satu metode yang memiliki kualitas sinyal yang bagus.

Namun, metode Wenner ini juga memiliki sejumlah kelemahan. Kelemahan dari metode ini berupa ketidakmampuannya untuk mendeteksi homogenitas dari lapisan batuan di dekat permukaan yang memiliki pengaruh terhadap hasil perhitungan.

Sangat sulit untuk menghilangkan factor nonhomogenitas batuan dari data yang diperoleh melalui konfigurasi Wenner, alhasil perhitungannya menjadi kurang akurat.

Di samping itu, metode ini juga memerlukan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan konfigurasi yang lain sebab setiap melakukan perpindahan, kabel harus diganti dengan yang lebih panjang.

2. Metode Schlumberger

Geolistrik Bandung memiliki metode lain juga, yaitu pengukuran Schlumberger. Jenis ini dilaksanakan menggunakan cara yang sama dengan metode sebelumnya, konfigurasi Wenner. Namun, jarak elektroda arus dengan jarak elektroda potensial dapat diubah menjadi tidak sama.

Jarak elektroda potensial MN pada konfigurasi Schlumberger memang idealnya diatur sekecil-kecilnya sehingga jaraknya tidak akan berubah secara teoritis. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi Schlumberger ini sendiri memiliki kisaran antara 1/3 atau 1/5.

Apabila elektroda arus AB yang dipindah telah melampaui batas nilai eksentrisitas, maka diperlukan pergeseran atau shifting terhadap elektroda potensial MN supaya nilai yang dihasilkan masih dapat terbaca dengan jelas. Perubahan jarak elektroda MN yang terjadi sebaiknya tidak lebih besar dari 1/5 jarak elektroda AB.

Metode Schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan data secara vertikal yang memiliki fokus pada kedalaman.

Kelebihan dari konfigurasi Schlumberger ini adalah metode ini mampu mendeteksi nonhomogenitas pada lapisan batuan yang berada di permukaan dengan cara membandingkan nilai resistivitas semu pada saat terjadi shifting, yaitu perubahan jarak elektroda MN/2.

Sementara kelemahan dari konfigurasi Schlumberger adalah ketelitian pembacaan tegangan pada elektroda MN menjadi rendah ketika jarak AB berada sangat jauh dan hampir melampaui batas nilai eksentrisitasnya.

Oleh karena itu dibutuhkan alat pengukuran multimeter yang memiliki karakteristik high impedance atau berakurasi tinggi yaitu mampu menampilkan tegangan minimal 2 digit atau 4 digit di belakang koma. Bisa juga diakali dengan cara lain yaitu menggunakan peralatan pengirim arus bertegangan listrik DC yang sangat tinggi.

Supaya nilai tegangan pada elektroda MN masih bisa dipercaya, maka upaya yang sebaiknya dilakukan adalah jarak elektroda MN perlu diperbesar saat jarak AB menjadi besar.

Ketika tegangan listrik yang tertera pada alat multimeter sudah sangat kecil, misalnya 1,0 miliVolt, maka ini sudah menjadi tanda untuk mempertimbangkan perubahan jarak elektroda MN terhadap jarak elektroda AB.

Perubahan jarak MN pada umumnya dilaksanakan apabila perbandingan antara jarak MN berbanding jarak AB sudah mencapai rasio 1 : 20.

Perbandingan lebih kecil, seperti contohnya 1 : 50, masih bisa dilakukan jika mempunyai alat pengirim arus yang mampu mengeluarkan tegangan listrik DC sangat besar, sebut saja 1000 Volt ke atas, sehingga perbedaan tegangan pada elektroda MN tidak akan lebih kecil dari 1,0 miliVolt.

3. Metode Dipole Dipole

Pengukuran metode Dipole Dipole ini dilakukan dengan cara yang sangat berbeda dengan dua konfigurasi pada penjelasan sebelumnya, di mana konfigurasi ini meletakkan elektroda potensial berjauhan jaraknya dari elektroda arus. Konfigurasi Dipole Dipole ini memiliki kedalaman semu maksimum senilai MN(n+1)/2.

Keunggulan dari konfigurasi ini adalah tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal jika dibandingkan dengan metode Wenner atau pun Schlumberger. Konfigurasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan mapping, yaitu pengukuran yang berfokus pada hasil secara lateral.

Di sisi lain, kekurangan dari konfigurasi ini adalah mempunyai kualitas sinyal yang jelek jika dibandingkan dengan metode Wenner atau pun Schlumberger.

Pada metode Dipole Dipole ini juga dapat dilakukan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi tersebut berubah menjadi Pole Dipole, untuk pengurangan satu elektroda dan Pole Pole, untuk pengurangan dua elektroda.

 

Demikian ulasan mengenai berbagai metode geolistrik Bandung untuk pencarian air atau geolistrik sumur bor. Jika Anda sudah paham betapa besar manfaat dari metode geolistrik dan tertarik untuk menyewa jasa geolistrik Bandung, maka tidak perlu pergi ke mana-mana atau jauh-jauh mencari ke daerah lain.

Di Bandung juga sudah terdapat jasa geolistrik andalan dengan harga yang cukup kompetitif. Biaya uji geolistrik Bandung ini memiliki tarif mulai dari Rp2.500.000. Tentu harga jasa geolistrik ini sangat dipengaruhi oleh kedalaman tanah, jumlah titik lokasi survei, dan berbagai faktor lainnya. Itu mengapa negosiasi dan diskusi dengan penyedia jasa geolistrik sangat penting untuk dilakukan.

Jika Anda ingin mencari jasa geolistrik air tanah di Bandung, maka hubungi saja langsung http://borairsurvey.org/ . Sebagai penyedia jasa geolistrik Bandung terpercaya, sudah banyak klien dari perusahaan ternama yang telah mengandalkan jasa mereka. Hubungi dan konsultasi langsung masalah geolistrik air Anda untuk dapatkan jasa dan layanan terbaik.

Belum ada Komentar untuk Geolistrik Bandung, Andalan Dalam Pencarian Air Inilah Manfaat dan Cara Kerja

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Geolistrik Bandung, Andalan Dalam Pencarian Air Inilah Manfaat dan Cara Kerja

Jasa Geolistrik Bandung

Jasa Geolistrik Bandung Jasa geolistrik Bandung akan selalu hadir untuk anda, dimana dengan adanya jasa geolistrik Bandung tentu akan memberikan kemudahan kepada kita untuk analisa sebelum dilakukan pengeboran sumur dalam, dengan melakukan penyelidikan jasa geolistrik maka akibat resiko tdak mendapatkan... Selengkapnya

Harga Jasa Geolistrik, Faktor Penentu Harga Survey

Sebagian besar kebutuhan air masyarakat terpenuhi melalui sumber dari bawah tanah. Meski tidak mudah mendapatkannya, jangan khawatir. Karena ada jasa yang dapat membantu dalam pencarian lokasi sumber air tanah dengan harga jasa geolistrik relatif terjangkau, serta sebanding dengan hasil pengerjaannya.... Selengkapnya

Geolistrik Air Tanah

Geolistrik Air Tanah Pengertian, Fungsi dan Penerapan

T 24 July 2021 F , A laskarseo

Geolistrik air tanah adalah salah satu metode geofisika dengan cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Tujuan metode ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat kelistrikan batuan di bawah tanah dan mencari resistivitas atau tahanan jenis dari suatu batuan. Metode ini bisa... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa borairsurvey.

Telepon
Whatsapp